Menyelinap di Negeri Naga Komodo


Share Button

“Lariiiiiiii!!! Naik ke pondok!” Itu aba-aba dari petugas Taman Nasional Komodo yang menemani kami. Panik, ya panik, kami pun terburu-buru naik ke atas tangga pondok sambil membawa kamera yang masih terpasang di tripod. Saat itu saya sedang mengambil foto dan video dari jarak yang cukup dekat. Sang naga pun lari mengejar ke arah kami, sampai di anak tanggal tersebut ia terhenti. Kejadian ini sama sekali tidak disangka-sangka. Memang naga ini adalah predator oportunistik, tidak aktif berburu seperti halnya Harimau, Naga Komodo menunggu mangsanya lengah. Naga yang awalnya nampak berbaring santai ini tiba-tiba bangun dan berlari ke arah kami. Mungkin karena salah satu rekan saya sedang menstruasi, begitu simpul kami setelahnya. Penciuman Naga Komodo memang sangat kuat. Rupanya ia mencium bau darah segar. Niat kami untuk menyelinap di antara naga pun gagal.

komodo dragon

Komodo Dragon

Wisata hiking adalah salah satu wisata unggulan di sini. Pelancong bisa mendaftar di kantor Taman Nasional, yang dulu dikelola oleh Putri Naga Komodo.  Setelah memilih jarak hiking yang diinginkan, hiking segera dimulai. Pelancong  akan ditemani oleh ranger taman nasional, sang ranger pun akan dengan sigap bercerita tentang berbagai hal menarik mengenai satwa komodo dan satwa lain yang hidup di taman nasional ini. Setelah selesai hiking pelancong bisa mampir di pasar cinderamata yang dikelola oleh masyarakat Kampung Komodo, sebuah komunitas masyarakat yang hidup berdampingan dengan satwa ini.

Ini adalah kunjungan ketiga saya. Tak habisnya saya kagum dengan keindahan taman nasional yang satu ini. Taman Nasional ini terdiri atas 3 pulau besar Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar dan beberapa pulau kecil. Selain dihuni satwa endemik Naga Komodo (Varanus Komodoensis), laut sekelilingnya juga dihiasi terumbu karang yang sangat indah. Tak heran banyak wisatawan mancanegara yang datang ke tempat ini. Selain menikmati wisata hiking, mereka pun melakukan wisata scuba diving untuk melihat Pari Manta, Eagle Ray, Giant Stingray, Reef Blacktip Shark, Penyu, dan berbagai satwa laut unik lainnya.

sea turtle

Sea Turtle at Pink Beach

Arus bawah laut Taman Nasional Komodo memang terkenal cukup kuat, penyelam sering kali diharuskan memiliki sertifikat selam advanced untuk menikmati titik-titik selam tertentu yang menakjubkan. Tapi jangan khawatir, untuk penyelam pemula dan para pesnorkel pun, taman nasional ini memiliki keindahan terumbu karang yang bisa dinikmati. Salah satu tempat yang terkenal indah yang bisa dinikmati semua wisatawan adalah Pink Beach. Pasir pantai yang terlihat berwarna merah muda ini merupakan tempat favorit untuk diving, bersnorkel, atau sekedar bersantai di pantai. Tapi ingat, tempat ini masih habitat Naga Komodo jadi tetaplah waspada.

Untuk melakukan aktivitas scuba diving, penyelam bisa memilih beberapa Dive Operator di seputar dermaga. Sebagian besar dikelola oleh operator asing. Ada juga Dive Center milik WNI seperti CN Dive dan Ora Dive. CN Dive, didirikan ranger kawakan pak Condo Subagyo pada tahun 1987, mengoperasikan beberapa kapal Phinisi seperti Embun Laut. Kapal Phinisi milik CN Dive dilengkapi dengan dinghy boat, atau perahu kecil untuk antar jemput ke dive spot. Dinghy boat sangat penting pada penyelaman di area Taman Nasional Komodo, karena mampu menjemput penyelam di area yang sulit dijangkau.

phinisi

Phinisi Sailing Boat

Jangan lewatkan keindahan ratusan kelelawar yang terbang saat matahari terbenam di Pulau Kalong dan cobalah bermalam di kapal di atas laut dekat Pulau Komodo. Karena jaraknya yang cukup jauh dari Labuan Bajo, liveaboard adalah cara terbaik untuk menikmati Taman Nasional ini. Anda bisa menyewa kapal kayu dengan berbagai pilihan ukuran untuk menjelajahi taman nasional ini. Liveaboard di atas Phinisi merupakan favorit saya. Kapal tradisional khas Indonesia ini cukup besar sehingga sangat nyaman. Sering kali dilengkapi dengan fasilitas AC dan shower air panas. Cukup mewah.

Wisatawan bisa datang ke Taman Nasional Komodo dengan menggunakan maskapai Sriwijaya, Air Asia, Kalstar, atau Lion Air menuju Labuan Bajo. Dari bandara Labuan Bajo, anda bisa menyewa mobil atau menumpang angkot ke area dermaga. Di Labuan Bajo tersedia berbagai tempat menginap, dari ala backpacker seperti Hotel Gardena, sampai Resort Bintang 4 seperti The Jayakarta Suites. Wisatawan juga bisa memilih menginap di Pulau Kanawa, sebuah pulau yang terletak tak jauh di depan Labuan Bajo.

Selain Taman Nasional Komodo, terdapat lokasi menarik lainnya di seputar Labuan Bajo, di antaranya Batu Cermin dan Air Terjun Cunca Wulang. Bagi yang punya waktu lebih, bisa mencoba melakukan roadtrip sepanjang Pulau Flores. Banyak lokasi wisata yang menarik untuk dikunjungi seperti Riung dengan 17 pulaunya, Desa Bena dengan tenun ikatnya, desa di atas awan Wae Rebo, danau tiga warna Kelimutu, dan berbagai destinasi lainnya.

Share Button

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *