Tasmania Great Eastern Drive


Share Button

Mungkin pembaca pernah mengenal tokoh kartun Taz, salah satu tokoh film seri Looney Tunes. Tokoh favorit saya masa kecil ini selalu digambarkan kesal dan hanya bisa mengeluarkan kata “Grrr…” sambil membuat gerakan yang menyerupai Tornado. Tokoh tersebut terinspirasi dari satwa unik yang hidup di sini. Tasmanian Devil. Buat saya, itulah saat pertama mendengar tentang Tasmania. Sebuah pulau besar di selatan Benua Australia.

Tasmania adalah Negara Bagian Australia dengan ibukota Hobart. Tasmania memiliki letak geografis yang unik, selain merupakan salah satu daratan paling selatan di belahan bumi kita, juga karena flora dan faunanya terkenal yang unik. Tasmania merupakan salah satu lokasi untuk menyaksikan fenomena alam Aurora Australis. Saya cukup beruntung sudah menyaksikan Aurora Borealis ketika perjalanan ke Iceland dan Arktika. Siapa tau kali ini bisa melengkapinya dengan Aurora Australis.

Perjalanan dimulai dari Airport Kota Launceston, kota kedua terbesar di Tasmania yang terletak di sebelah utara pulau ini, setelah sekitar 1 jam penerbangan dari Melbourne menggunakan maskapai budget Jetstar. Dalam perjalanan ini saya menyewa sebuah city car matic untuk menghemat bahan bakar. Mobil ini dilengkapi fitur Cruise Control yang memudahkan untuk mengemudi dalam jarak yang cukup jauh. Hampir seluruh akomodasi dan aktivitas sudah direncanakan dan dibooking sebelumnya. Maklum ini adalah pulau terpencil yang tidak terlalu banyak dikunjungi wisatawan.

Bay of Fires

Bay of Fires

Destinasi pertama adalah St Helens, desa kecil di timur laut Tasmania. Desa peristirahatan ini dekat dengan pantai yang dikenal sangat indah, Bay of Fires. Disebut Bay of Fires karena pantai ini memiliki pasir putih, air laut yang berwarna turquoise, dan dihiasi batuan granit dengan nuansa oranye. Apabila dikombinasikan dengan Aurora Australis menghasilkan pemandangan yang sangat eksotis. Sayangnya kali ini saya belum dapat menyaksikan Aurora Australis di sini, karena tingkat Geo Magnetic Storm yang terlalu rendah. Untuk memantau kondisi Geo Magnetic Storm dan ramalan tingkat Aurora Australis saya menggunakan website Aurora Service.

Uniknya di setiap pantai di Tasmania, pengunjung diingatkan siapa sebenarnya pemilik pantai ini. Bukan milik manusia tentunya. Pantai ini adalah milik beragam fauna di sana, pengunjung harus berhati-hati jangan sampai menginjak telor burung dan menggangu kehidupan satwa di sana. Selain mengunjungi Bay of Fires, saya menyempatkan untuk mampir di Ansons Bay, 35 km di utara St. Helens melalui jalan gravel dan melewati hutan lebat.

Bicheno adalah destinasi kedua dalam perjalanan ini. Di desa ini ada beberapa kegiatan menarik. Salah satunya adalah melihat Tasmanian Devil di Nature World, sebuah sanctuary yang berada tak jauh di desa ini, dan yang kedua scuba diving. Sanctuary seluas puluhan hektar ini merupakan salah satu tempat perlindungan terakhir untuk satwa ini dari ancaman kepunahan. Akibat musnahnya Tasmanian Tiger, top predator, membuat jumlah satwa ini menjadi tak terkendali. Namun suatu hari muncul sebuah penyakit tumor kulit yang mematikan yang mengancam keberadaan satwa unik ini. Oleh karena itu, Tasmanian Devil yang hidup di sini dipilih yang sehat dan bebas dari penyakit mematikan tersebut. Sanctuary ini dikelilingi oleh pagar berlapis yang bertujuan untuk menjaga dari kontaminasi Tasmanian Devil yang tidak sehat.

Devil In The Dark

Devil In The Dark

Kami berkesempatan untuk mengikuti tur Devil In The Dark, sebuah tur di malam hari untuk melihat aktivitas Tasmanian Devil langsung di habitatnya. Satwa ini adalah satwa nocturnal yang tentu saja lebih aktif di malam hari. Tur ini dipandu oleh seorang petugas yang memberikan pengantar mengenai konservasi satwa unik ini. Kami berada dalam ruangan gelap gulita yang dipisahkan dengan kaca berlapis ganda dengan habitat Tasmanian Devil. Seekor Wallaby sengaja diberikan sebagai makanan alami. Di kegelapan terdengar suara seekor Tasmanian Devil mendekat. Lampu di luar dinyalakan bertahap, agar tidak mengagetkan satwa tersebut, walaupun sebenarnya mata Tasmanian Devil rabun dan hanya bisa melihat dengan jelas 1 meter di depannya. Seekor betina tampak sedang menyantap Wallaby tersebut. Tak lama kemudian dua ekor jantan datang, namun segera dihalau si betina disertai dengan bunyi mendesis “sssssssh….” Betina lainnya datang dan mencoba berebut santapan tersebut. Tampak satwa ini sangat mengandalkan indera penciumannya, mereka selalu mengendus, kadang tiba-tiba lari menjauh, mungkin mencium adanya ancaman. Atraksi ini sangat direkomendasikan, selain dikemas sangat menarik, keuntungannya disumbangkan untuk kegiatan konservasi.

Bicheno DC

Bicheno DC

Esok harinya saya datang ke Bicheno Dive Center untuk melakukan kegiatan scuba diving. Suhu air di Tasmania cukup dingin (temperate) oleh karena itu kami harus menggunakan semi-dry wet suit atau dry suit. Karena suhu diperkirakan “hanya” 17 derajat Celcius, maka saya hanya menggunakan semi-dry wetsuit. Mirip dengan wetsuit biasa hanya saja tebal 7 mm dan memiliki fitur yang mencegah air masuk ke dalam. Sudah lama saya tidak pernah menggunakan wet suit setebal ini. Saya akan membutuhkan waktu untuk menyusuaikan bouyancy di dalam air. Seperti biasa, di Australia, semua penyelam harus mempersiapkan peralatannya masing-masing. Termasuk mengangkat tabung ke atas kapal. Uniknya kapal dibawa dari Dive Center tersebut dengan menggunakan trailer yang ditarik truk. Lokasi penyelaman adalah Governor Island Nature Reserve Park. Pada penyelaman ini saya sempat melihat Fur Seals atau Anjing Laut sayangnya dari jarak jauh, Lobster terbesar yang pernah saya liat, sekira ukuran anak balita, dan berbagai jenis Macro seperti Spider Crab. Sebelum meninggalkan Bicheno saya sempat menikmati Oyster segar yang sangat lezat.

Fresh Oysters

Fresh Oysters

Destinasi berikutnya yang tidak kalah menarik adalah Freycinet National Park. Tak jauh dari desa Coles Bay. Freycinet adalah salah satu lokasi trekking favorit di Tasmania. Durasi trekking beragam dari beberapa jam sampai beberapa hari. Tentu saja pengunjung jika ingin menginap harus menyiapkan logistik dan tenda sendiri. Semua pengunjung yang datang harus mendaftarkan diri dan kendaraannya di kantor taman nasional. Freycinet terletak di sebuah semenanjung di Timur Tasmania yang dihiasi 2 pantai yang sangat terkenal Wineglass Bay (sunrise beach) dan Hazard Bay (sunset beach). Untuk mencapai kedua pantai tersebut pengunjung harus berjalan sekitar 5 jam. Memang cukup jauh dan menuruni lembah. Namun sangat layak untuk dicoba karena Wineglass Bay merupakan pantai berpasir putih yang sangat bersih. Buat saya sangat mengasikkan bersantai di tepiannya. Malah sebagian pengunjung terlihat berenang. Saya cukup beruntung untuk dapat mengunjungi kedua pantai ikonik tersebut.

Wineglass Bay

Wineglass Bay

Eaglehawk Neck adalah destinasi terakhir dalam rangkaian Great Eastern Drive ini. Eaglehawk Neck terletak tak jauh dari Port Arthur yang merupakan lokasi bersejarah. Di Eaglehawk Neck saya melakukan kegiatan scuba diving di Giant Kelp Forest (Macrocystis Ecklonia) dan berkesempatan berinteraksi langsung di bawah air dengan kelompok Fur Seal. Sebuah ekosistem unik yang hanya tinggal tersisa di beberapa tempat saja di Bumi ini. Penyelaman di lokasi ini akan saya tuliskan terpisah.

Biaya dalam perjalanan ini:

  1. Asuransi perjalanan dari World Nomads.
  2. Sewa city car selama 7 hari, unlimited km, AUD 168, dipesan melalui maskapai Jetstar.
  3. Bahan bakar Unleaded 91 AUD 1.16 /liter.
  4. Tur Devil in The Dark AUD 55
  5. Kegiatan scuba diving bervariasi, silahkan cek langsung ke website Bicheno Dive Center dan Eaglehawk Dive Center.
  6. Penginapan: Launceston Backpackers, St Helens Bayside, Bicheno Backpackers, Coles Bay YHA, dan Waratah Hostel Hobart.
  7. Biaya masuk Freycinet National Park, satu mobil (termasuk 8 pengunjung), selama 24 jam, AUD 24. Atau perorang AUD 12.
Share Button

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *