Berenang Bersama Whale Shark


Share Button

Whale Shark! Sekilas nama ini pasti menakutkan awam yang mendengarnya. Hiu Paus. Padahal ikan terbesar di dunia ini merupakan ikan yang sangat bersahabat. Penyelam sering menyebutnya Gentle Giant. Berbeda dengan ikan Hiu lainnya. Whale Shark tidak memakan daging, melainkan memfilter air laut untuk memakan plankton, macroalgae, larva kepiting dan hewan kecil lainnya. Tak ada hubungannya dengan Ikan Paus. Nama Paus dilekatkan hanya karena ukurannya yang sangat besar.

Bagi banyak penyelam bertemu dengan Whale Shark ketika menyelam adalah hal yang sangat istimewa. Juga buat kami. Kegiatan ini merupakan salah satu tujuan utama trip kami di Western Australia. Saya secara khusus mempersiapkan peralatan Underwater Camera untuk dapat mengabadikannya. Baik lensa Fish-eye, Strobe, maupun Jetfin untuk dapat bermanuver lebih baik di dalam air.

Whale Shark and A Swimmer

Whale Shark and A Swimmer

Kami tidak tau persis di mana kami bisa melakukan kegiatan ini. Maklum road trip dari Perth menuju Exmouth ini memang agak impulsif. Kami tidak membuat itinerary yang detil. Malah lebih tepat tidak membuat itinerary sama sekali. Ketika melalui kota Jurien Bay kami mendapat informasi bahwa Whale Shark mulai terlihat di Ningaloo Reef. Kabar baik berarti musim Whale Shark telah tiba! Memang tidak setiap saat Whale Shark muncul di perairan ini. Ikan tersebut muncul hanya pada bulan April s/d Juli.

Ketika melanjutkan road trip ke utara, informasi semakin jelas. Kegiatan tersebut dilakukan di Coral Bay. Kami mendapatkan informasi tersebut dari berbagai brosur yang kami temukan di hostel tempat kami menginap. Itu adalah salah satu keunggulan menginap di hostel. Di hostel tersedia berbagai jenis informasi, baik dari rak brosur maupun dari penjaga hostel yang biasanya dengan senang hati menjawab berbagai pertanyaan wisatawan. Kami memang tidak pernah melakukan booking  lewat website, lebih memilih mendekat ke lokasi dan langsung mendaftar di tempat. Biasanya cara ini jauh lebih murah.

Kami tiba malam hari di Coral Bay. Kota kecil ini adalah kota wisata yang cantik di tepi pantai berpasir putih yang indah. Kami menemukan sebuah Dive Center di sana. Sayangnya Dive Center tersebut sudah tutup. Namun dari informasi yang tertera di poster, besok Dive Center tersebut akan mengadakan kegiatan berenang dengan Whale Shark. Kapal akan berangkat jam 8 pagi.

“Maaf, kami tidak memiliki ijin menyelam dengan Whale Shark, lisensi perusahaan kami hanya membolehkan snorkeling saja,” kata petugas Dive Center tersebut. “Apa?  Jauh-jauh ke sini membawa peralatan lengkap tapi hanya bisa snorkeling?” keluh saya dalam hati. “Satu hal lagi, tidak boleh menggunakan Flash ketika memotret Whale Shark,” kata petugas itu lagi sambil memberikan brosur tentang kegiatan tersebut. Selamat tinggal Strobe…

Waiting for boat

Waiting for boat

Berbeda dengan di Nabire, Papua atau di Oslob, Filipina. Australia menerapkan kebijakan konservasi yang sangat ketat. Whale Shark bukan hanya tidak boleh dipegang, namun juga dilarang untuk diberi makan, agar tidak mengubah perilaku aslinya. Manusia harus menjaga jarak > 5m dari hewan tersebut. Hanya boleh dilihat tidak boleh disentuh. Memotret dilarang menggunakan Flash/Strobe. Kegiatan menyelam pun dilarang karena beresiko mengganggu ikan raksasa tersebut.

Karena tidak diberi makan, Whale Shark tidak akan berada di dekat pantai, tetapi akan ada di tengah laut. Sebuah pesawat terbang kecil digunakan untuk menemukan lokasi Whale Shark dan mengarahkan kapal kami ke sana. Kelebihannya, dibanding di Indonesia ataupun Filipina, Whale Shark yang kami temui akan berusia dewasa dan tentu saja berukuran besar, panjangnya antara 11-18 meter. Sebesar kapal.

Peserta sebagian besar adalah keluarga muda. Kegiatan ini rupanya juga diikuti oleh anak-anak. Sebagian besar anak-anak yang ikut hanya akan melihat dari atas kapal. Namun ada juga yang akan mencoba ikut berenang bersama Whale Shark.  Mereka akan didampingi oleh guide khusus. Sebelum mengikuti kegiatan utama, kami diturunkan di sebuah terumbu karang yang agak sedikit berarus. Ini bertujuan untuk menguji kemampuan berenang masing-masing peserta. Maklum, nantinya kami akan diterjunkan di tengah laut.

Seorang petugas memberikan briefing singkat mengenai bagaimana kegiatan ini akan dilakukan. Apa hal yang boleh dan apa hal yang tidak boleh dilakukan. “Kapal akan menurunkan kalian di depan Whale Shark yang sedang berenang,” ia menjelaskan. “Kalian harus menjauh ke kiri atau ke kanan mengikuti Guide untuk menghindari Whale Shark tersebut.” “Hati-hati jangan terlalu dekat, satu kibasan ikan  tersebut bisa mematahkan tangan atau kaki kalian,” lanjutnya. “Selalu di permukaan, jangan menyelam, karena ia akan ikut menyelam lebih dalam.” “Lambaikan tangan apabila lelah, kapal akan menjemput kalian,” tambahnya. “Jangan lupa, selalu perhatikan aba-aba dari guide!” ucapnya mengakhiri briefing tersebut.

Whale Shark, The Gentle Giant

Whale Shark, The Gentle Giant

Pesawat pemandu sudah menemukan lokasi Whale Shark. Kapal kami menuju ke sana. “Ada 4 Whale Shark,” kata si petugas. Kami segera bersiap. Saya menyiapkan kamera underwater. Tanpa Strobe tentunya. Mengenakan masker dan fin. Duduk di bagian belakang kapal. Menunggu aba-aba dari petugas untuk lompat ke dalam air.

“Terjun!” seru petugas. Kami terjun ke laut.  “Di mana whale sharknya?” pikir saya sambil mencari di dalam air. “Menjauh!” teriak guide. Ternyata Whale Shark sudah ada persis di depan saya. Tanpa menyianyiakan kesempatan, saya segera mengambil satu dua foto sebelum menjauh. “Kamu harus menjauh lebih cepat,” kata petugas. “Kamera saya berat,” saya beralasan. Kami mengikuti arah Whale Shark itu berenang sekuat mungkin. Membawa kamera sebesar ini berenang memang tantangan tersendiri. Saya memilih melambaikan tangan meminta dijemput oleh kapal. Kapal pun menjemput, untuk kembali menerjunkan saya  di depan Whale Shark.

Sungguh indah melihat seekor Whale Shark berenang. Tak heran mengapa disebut Gentle Giant. Gerakan renangnya terlihat sangat anggun. Ia berenang mengelilingi seakan senang dengan kehadiran kami. Kapal membawa kami dari satu Whale Shark ke Whale Shark lainnya. Tanpa terasa 2 jam lewat. Lelah namun belum puas. Sesuai aturan konservasi kegiatan ini dibatasi maksimum 2 jam dalam satu hari. Kegiatan hari ini harus diakhiri.

Saat perjalanan pulang kami mendapatkan bonus istimewa. Beberapa ekor Tiger Shark terlihat berenang di sekitar kapal. Tiger Shark memang punya reputasi sebagai salah satu hiu paling ganas. Kepalanya yang kotak dan motif loreng di badannya membuat ia mudah dikenali. Ukurannya cukup besar 3-4 meter.

Semua peserta nampak bahagia dengan pengalaman hari ini yang luar biasa. Sambil membuat tanda hiu di atas kepala, kami berfoto bersama sambil berteriak, “Shark!”

 

Share Button

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *